Menginjak Hantu Kepala dekat Jembatan

•September 3, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar
Menginjak Hantu Kepala dekat Jembatan

Sebenarnya pengalamanku ini sudah lama banget, kira-kira pertengahan tahun 2003. Tapi apabila saya teringat masalah ini saya malah jadi takut sendiri terkadang untuk pergi ke toilet pun saya jadi takut.
Waktu itu saya sedang mengikuti perkemahan di Kopeng, Salatiga. Saya dan teman-teman yang ikut adalah kontingen pramuka asal Kota Semarang. Pada suatu malam, saya dan teman-teman maen-maen gitar. Biasalah namanya juga anak muda. Kalau siang tidur, malamnya maen-maen. Dasar kelelawar!
Setelah siang harinya berlatih, malamnya kami lewatkan bersama dengan bermain gitar, bernyanyi, bakar ikan dan ada juga yang dipojok-pojok berpacaran, tapi jangan salah mereka hanya berbicara doang. Gak lebih!
Setelah capek bermain gitar, kami berencana pergi ke warung terdekat untuk membeli makanan atau apa gitu. Nah ketika inilah hal itu terjadi. Saat itu waktu sudah jam 23.00 menjelang tengah malam.
Kebetulan kalau pergi ke warung,kami harus melewati jembatan yang sama sekali gak ada penerangan. Ketika melewati jembatan itu, awalnya kami merasa biasa saja. Tapi lama-kelamaan karena kami hanya beberapa orang, mulai muncul rasa ketakutan aneh.
Ketika rasa takut itu memuncak, salah seorang teman saya tanpa sengaja menginjak sebuah benda bulat berambut yang setelah kami lihat secara dekat ternyata…..kepala orang!!
Kami langsung lari pontang-panting gak jelas gitu karena ketakutan yang sangat. Keesokan harinya barulah kami dapat cerita dari penduduk dekat situ bahwa di daerah itu memang sudah sering ada kejadian menyeramkan seperti itu karena dulu-dulunya ada orang yang mati mengenaskan di daerah itu. Maklum daerahnya memang sepi penduduk, serta hanya ada hutan belantara.

http://misterionline.com
(seperti diceritakan roni jl tentara pelajar semarang)

by>> bolaNg

Digoda Si Cantik Penunggu Perempatan

•September 3, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Digoda Si Cantik Penunggu Perempatan

Lima belas tahun yang lalu, tatkala aku hendak pulang kuliah dari lokasi kampus yang berada di kawasan Sampangan, Semarang seringkali aku melakukan kegiatan rutin, yakni mampir dulu untuk sekedar mencari hiburan.
Waktu itu, waktunya agak malam dikit, kebetulan ada kuliah umum sehingga rada lama selesainya. Kebetulan malam itu film di bioskop di kawasan Metro cukup mengundang filmnya. Akhirnya lepas kuliah yang satu, yang satu ke perkuliahan lainnya maksudnya nonton bioskop.
Pertunjukan dimulai jam 10.00 malam, dan film yang diutar cukup menegangkan. Sekitar 100 menit jantung ini dibuat ngap-ngap’an menikmati adegan film. Kelar nonton, buru-buru ngejar omprengan alias angkutan umum pengganti di waktu malam.
Saat itu, aku menunggu omprengan di depan perempatan Peterangan yang cukup
lenggang karena udah hampir jam 12 malam. Cuma beberapa orang yang berseliweran, tampak juga mobil-mobil yang biasa lalu-lalang cukup padat, malam itu hanya ada beberapa saja yang melintas.
Pikiran sudah melayang entah kemana bersamaan asap rokok yang mengepul dari mulut. Beberapa menit berselang ada suara halus menegurku dari belakang, cukup mengagetkan memang. Tapi di satu sisi seperti percaya gak percaya ternyata dia wanita muda putih dan cantik. Lalu kita memulai percakapan dengan beberapa pertanyaan,
“Mau kemana mas,” tanya lembut
“Karangayu,” jawabku sopan banget deh
“Kamu sendiri kemana mbak, ” tanyaku kemudian.
“Tanjungmas, mau nganter ” tawarnya penuh mempesona
“Kenapa nggak!”
Nggak lama kemudian, kami menuju angkutan tujuan ke Tanjungmas, aneh tiba-tiba saja kendaraan itu melaju, meskipun tidak ada penumpang lain, tapi aku nggak perduli yang ada hanya kebanggaan yang luar biasa, ternyata orang seperti aku bisa juga berkenalan dengan wanita cantik seperti dia.
Anehnya, hanya dalam hitungan menit, kami sampai di pintu pelabuhan Tanjungmas. Sampailah kami berdua kesuatu tempat, dimana di sana ada gardu listrik yang besar dan jalan masuk ke sebuah perkampungan yang sunyi, kamipun akhirnya tiba di rumah si cantik itu.
Tiba di rumah, aku disuguhi beberapa potong kue dan air minum, tapi semuanya tak kuperdulikan karena mata, tangan dan tatapan ini tak mau lepas darinya. Seperti tersadar aku beristighfar. Lantas aku segera pamit pulang, tapi si wanita cantik itu menahanku dengan keras.
Tapi aku tak mau kalah, dengan berbagai cara aku harus segera meninggalkan rumah itu. Terus-menerus mulutku berkomat kamit mengucapkan Asma Allah. Namun saat
pulang aku menjadi kebingungan. Jalan yang tadi ternyata areal pertambakan dan semak belukar. Meski panik, aku terus beristighfar, Alhamdulillah ada suara adzan, dan tidak lama kemudian aku melihat lampu jalanan di seberang yang menandakan menuju jalan pulang. Alhamdulillah berkat suara adzan aku selamat dari sergapan hantu wanita tersebut.

sumber : kikil.org

by >> bolaNg

beRita tentanG siapa bupati TAPUt

•September 1, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

beRita tentanG siapa bupati TAPUt

Lumrah, dalam setiap proses suksesi, suhu politik menghangat. Kondisi yang sama kini terasa di Kabupaten Tapanuli Utara yang kini tengah sibuk mempersiapkan pemilihan kepala daerah (pilkada). Sejumlah nama kandidat sudah berkibar, terlihat dari beragam spanduk,poster, billboard, yang terpajang di pelosok Kabupaten ini. Pilkada Taput dijadwalkan tanggal 27 Oktober 2008.

Provinsi Sumatera Utara tahun ini memang akan sibuk dengan pelaksanaan pilkada di 7 Kabupaten. Selain Taput, 6 daerah lainnya juga siap menggelar perhelatan memilih kepala daerahnya. Ke 6 daerah itu adalah Kabupaten Deli Serdang, Dairi, Padang Lawas Utara, Padang Lawas Selatan, dan Kabupaten Batubara.

Sejak 2006 lalu, sejumlah nama sudah muncul ke permukaan sebagai peminat jabatan Bupati/Wakil Bupati Taput, menyusul berakhirnya masa tugas  pasangan Torang Lumbantobing/Frans Sihombing April 2009. Peraturan baru yang didesain pemerintah pusat mengharuskan setiap incumbent yang ingin maju, tidak bisa menjalani periodenya hingga selesai. Mereka tersandung peraturan baru, harus mengundurkan diri kalau mau maju ke arena pilkada.

Nama balon yang berkibar paling awal tersebutlah dr Margan RP Sibarani,mantan Direktur RSU Tarutung. Kalender bergambar Margan dan isterinya boru Panggabean sejak 2007 beredar luas di tengah khalayak. Bahkan beberapa kali mengadakan acara doa syukuran di daerah Pahae. Spanduk dan posternya juga menghiasi jalan di kota Tarutung. Tapi belakangan di saat proses penyaringan di KPU dimulai, nama Margan seakan menghilang. Konon, Margan tersandung kesulitan mendapat dukungan partai, kalah bersaing dengan figur lain.

Balon lainnya yang  awalnya santer disebut calon kuat, Sarlandy Hutabarat berpasangan dengan Romiduk Sitompul, belakangan juga mulai senyap. Mereka disebut kalah bersaing mendapatkan dukungan dari PDI Perjuangan setelah bola bergulir di tingkat DPP. Sejauh ini tak jelas diketahui nasib pasangan ini, sementara deadline penyaringan di KPU semakin mepet. Nama lain yang poster dan spanduknya ikut terpajang di beberapa Kecamatan adalah dr Leonardo Sitorus. Tapi nama dan fotonya tak jelas arahnya mau ke mana. Tak terdengar kegiatannya apakah ikut maju ataukah sekadar memajang gambar dan nama. Nama Leonardo pun senyap dalam bursa isu dan debat di lapo tuak.

Pasangan balon yang belakangan dinilai paling serius adalah Torang Lumbantobing (Toluto)/ Bangkit Silaban, Samsul Sianturi SE/ Drs Frans Sihombing MM, Sanggam Hutapea SE,MM (pasangan tak jelas), Ir Roy Sinaga dan Drs\Wastin Siregar. Dua nama yang disebut terakhir memilih jalur independen. Beberapa bulan terakhir mereka sudah “bergerilya” menghimpun dukungan warga masyarakat dengan pengumpulan KTP dan tandatangan. Namun nasib kedua balon independent ini akhirnya berbeda.

Kabar terakhir menyebut Wastin Siregar tersungkur ranjau syarat yang ditetapkan di KPU. Wastin terkena ranjau diskualifikasi. Informasi dari KPU membenarkan, Wastin tidak bisa memenuhi persyaratan eksplisit yang ditentukan. Dia gagal melaju mengikuti jejak Roy Sinaga yang lebih beruntung lolos dalam hal kelengkapan administratifnya. Kubu Roy boleh lega untuk sementara. Soal kalah atau menang di pilkada, itu lain cerita, tukas seorang pendukungnya.

Drs Leo Simanjuntak dan Tiur Kalima Purba adalah dua nama balon yang paling akhir muncul. Leo Simanjuntak dikenal sebagai suami artis penyanyi Batak, Rita Butarbutar, sedangkan Tiur Kalima boru Purba satu-satunya nama balon mewakili komunitas perempuan. Dia isteri seorang pengusaha ternama di Siborongborong. Keduanya disebut berkolaborasi untuk memenangkan pilkada Taput.Konon Leo,seperti halnya Toluto, meminang PDIP sebagai perahu untuk bisa berlayar ke pilkada. Sempat beredar isu, PDIP sudah memberi restu buat Leo. Tapi peta politik sering tak terduga. Belakangan justru Toluto yang berhasil memakai PDIP sebagai perahu mengikuti pertarungan di pilkada Oktober mendatang.

Lalu kapan batas pendaftaran para balon di KPU, dan berapa pasangan  yang mendaftar serta siapa yang lolos penyaringan. Ketua KPU Taput Jan Piter Lumbantoruan ketika ditemui BlogBerita, Kamis siang (31/7) di ruang kerjanya mengatakan belum bisa  memastikan karena pihaknya masih terus memproses. “Yang jelas, dua minggu sebelum ketetapan KPU, setiap balon yang memenuhi persyaratan harus sudah mendaftar”, ujar Jan Piter Lumbantoruan didampingi anggota KPU Taput lainnya, Lambas Hutasoit. Pengumunan calon yang lolos klarifikasi dijadwalkan tanggal 28 Agustus 2008.

“Balonku ada lima,rupa-rupa warnanya”,syair sebuah lagu anak-anak klasik. Ibarat balon benaran, ada saja yang meletus dan ada yang tetap mengapung di udara, begitu juga pilkada. Tak semua balon bisa maju ke arena.Kini, dari sekian banyak balon yang muncul ke pilkada Taput, diperkirakan hanya 5 (lima) pasangan yang tampil di arena, masing-masing Samsul Sianturi SE/Drs\Frans A Sihombing MM, Torang Lumbantobing/ Bangkit Silaban, Sanggam Hutapea SE, \DrsEdward Sihombing/ Drs Alpa Simanjuntak, serta Ir Roy Sinaga (independen).

Dari 5 pasangan ini, masyarakat terfokus pada pasangan Samsul Sianturi/Frans Sihombing dan Torang Lumbantobing/ Bangkit Silaban sebagai calon terkuat. Dua nama kandidat ini tampaknya mendominasi opini umum di Taput. Nama Samsul Sianturi begitu akrab di tengah masyarakat, seperti halnya Toluto. Namun sistem pemilihan langsung hasilnya sering tak terduga.Bisa saja kuda hitam berubah menjadi kuda putih. Makanya sebagian warga berprinsip, wait an see! Yang pasti, pertandingan selalu ada pemenang. . .

Hello world!

•Agustus 28, 2008 • 1 Komentar

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!