beRita tentanG siapa bupati TAPUt
Lumrah, dalam setiap proses suksesi, suhu politik menghangat. Kondisi yang sama kini terasa di Kabupaten Tapanuli Utara yang kini tengah sibuk mempersiapkan pemilihan kepala daerah (pilkada). Sejumlah nama kandidat sudah berkibar, terlihat dari beragam spanduk,poster, billboard, yang terpajang di pelosok Kabupaten ini. Pilkada Taput dijadwalkan tanggal 27 Oktober 2008.
Provinsi Sumatera Utara tahun ini memang akan sibuk dengan pelaksanaan pilkada di 7 Kabupaten. Selain Taput, 6 daerah lainnya juga siap menggelar perhelatan memilih kepala daerahnya. Ke 6 daerah itu adalah Kabupaten Deli Serdang, Dairi, Padang Lawas Utara, Padang Lawas Selatan, dan Kabupaten Batubara.
Sejak 2006 lalu, sejumlah nama sudah muncul ke permukaan sebagai peminat jabatan Bupati/Wakil Bupati Taput, menyusul berakhirnya masa tugas pasangan Torang Lumbantobing/Frans Sihombing April 2009. Peraturan baru yang didesain pemerintah pusat mengharuskan setiap incumbent yang ingin maju, tidak bisa menjalani periodenya hingga selesai. Mereka tersandung peraturan baru, harus mengundurkan diri kalau mau maju ke arena pilkada.
Nama balon yang berkibar paling awal tersebutlah dr Margan RP Sibarani,mantan Direktur RSU Tarutung. Kalender bergambar Margan dan isterinya boru Panggabean sejak 2007 beredar luas di tengah khalayak. Bahkan beberapa kali mengadakan acara doa syukuran di daerah Pahae. Spanduk dan posternya juga menghiasi jalan di kota Tarutung. Tapi belakangan di saat proses penyaringan di KPU dimulai, nama Margan seakan menghilang. Konon, Margan tersandung kesulitan mendapat dukungan partai, kalah bersaing dengan figur lain.
Balon lainnya yang awalnya santer disebut calon kuat, Sarlandy Hutabarat berpasangan dengan Romiduk Sitompul, belakangan juga mulai senyap. Mereka disebut kalah bersaing mendapatkan dukungan dari PDI Perjuangan setelah bola bergulir di tingkat DPP. Sejauh ini tak jelas diketahui nasib pasangan ini, sementara deadline penyaringan di KPU semakin mepet. Nama lain yang poster dan spanduknya ikut terpajang di beberapa Kecamatan adalah dr Leonardo Sitorus. Tapi nama dan fotonya tak jelas arahnya mau ke mana. Tak terdengar kegiatannya apakah ikut maju ataukah sekadar memajang gambar dan nama. Nama Leonardo pun senyap dalam bursa isu dan debat di lapo tuak.
Pasangan balon yang belakangan dinilai paling serius adalah Torang Lumbantobing (Toluto)/ Bangkit Silaban, Samsul Sianturi SE/ Drs Frans Sihombing MM, Sanggam Hutapea SE,MM (pasangan tak jelas), Ir Roy Sinaga dan Drs\Wastin Siregar. Dua nama yang disebut terakhir memilih jalur independen. Beberapa bulan terakhir mereka sudah “bergerilya” menghimpun dukungan warga masyarakat dengan pengumpulan KTP dan tandatangan. Namun nasib kedua balon independent ini akhirnya berbeda.
Kabar terakhir menyebut Wastin Siregar tersungkur ranjau syarat yang ditetapkan di KPU. Wastin terkena ranjau diskualifikasi. Informasi dari KPU membenarkan, Wastin tidak bisa memenuhi persyaratan eksplisit yang ditentukan. Dia gagal melaju mengikuti jejak Roy Sinaga yang lebih beruntung lolos dalam hal kelengkapan administratifnya. Kubu Roy boleh lega untuk sementara. Soal kalah atau menang di pilkada, itu lain cerita, tukas seorang pendukungnya.
Drs Leo Simanjuntak dan Tiur Kalima Purba adalah dua nama balon yang paling akhir muncul. Leo Simanjuntak dikenal sebagai suami artis penyanyi Batak, Rita Butarbutar, sedangkan Tiur Kalima boru Purba satu-satunya nama balon mewakili komunitas perempuan. Dia isteri seorang pengusaha ternama di Siborongborong. Keduanya disebut berkolaborasi untuk memenangkan pilkada Taput.Konon Leo,seperti halnya Toluto, meminang PDIP sebagai perahu untuk bisa berlayar ke pilkada. Sempat beredar isu, PDIP sudah memberi restu buat Leo. Tapi peta politik sering tak terduga. Belakangan justru Toluto yang berhasil memakai PDIP sebagai perahu mengikuti pertarungan di pilkada Oktober mendatang.
Lalu kapan batas pendaftaran para balon di KPU, dan berapa pasangan yang mendaftar serta siapa yang lolos penyaringan. Ketua KPU Taput Jan Piter Lumbantoruan ketika ditemui BlogBerita, Kamis siang (31/7) di ruang kerjanya mengatakan belum bisa memastikan karena pihaknya masih terus memproses. “Yang jelas, dua minggu sebelum ketetapan KPU, setiap balon yang memenuhi persyaratan harus sudah mendaftar”, ujar Jan Piter Lumbantoruan didampingi anggota KPU Taput lainnya, Lambas Hutasoit. Pengumunan calon yang lolos klarifikasi dijadwalkan tanggal 28 Agustus 2008.
“Balonku ada lima,rupa-rupa warnanya”,syair sebuah lagu anak-anak klasik. Ibarat balon benaran, ada saja yang meletus dan ada yang tetap mengapung di udara, begitu juga pilkada. Tak semua balon bisa maju ke arena.Kini, dari sekian banyak balon yang muncul ke pilkada Taput, diperkirakan hanya 5 (lima) pasangan yang tampil di arena, masing-masing Samsul Sianturi SE/Drs\Frans A Sihombing MM, Torang Lumbantobing/ Bangkit Silaban, Sanggam Hutapea SE, \DrsEdward Sihombing/ Drs Alpa Simanjuntak, serta Ir Roy Sinaga (independen).
Dari 5 pasangan ini, masyarakat terfokus pada pasangan Samsul Sianturi/Frans Sihombing dan Torang Lumbantobing/ Bangkit Silaban sebagai calon terkuat. Dua nama kandidat ini tampaknya mendominasi opini umum di Taput. Nama Samsul Sianturi begitu akrab di tengah masyarakat, seperti halnya Toluto. Namun sistem pemilihan langsung hasilnya sering tak terduga.Bisa saja kuda hitam berubah menjadi kuda putih. Makanya sebagian warga berprinsip, wait an see! Yang pasti, pertandingan selalu ada pemenang. . .